tokoh organisasi hizbullah

AKHIR PERJUANGAN HIZBULLAH

Dengan adanya Perundingan Linggarjati yang memerintahkan agar perang dihentikan, maka pasukan Hizbullah ditarik kembali. Selama tidak berperang, di kalangan Hizbullah terus diadakan pembinaan gama Islam, mental, akhlaq, dan latihan fisik lainnya. Anggota Hizbullah ini kemudian berbaur dengan masyarakat. Ada yang menjadi guru mengaji, melatih ketrampilan para pemuda sebagai kader yang akan datang, dan juga ada yang aktif dalam politik serta organisasi sosial-keagamaan lainnya.
Lalu kemudian dengan adanya Peraturan Pemerintah tanggal 3 Juni 1947, tentang peleburan seluruh badan perjuangan, laskar, dan kelompok bersenjata lainnya ke dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI). Maka sebagian anggota Hizbullah pun masuk bergabung kedalam TNI. Dalam TNI mantan pasukan Hizbullah tetap aktif bertempur dalam skala yang lebih besar seperti ukuran perang internasional.
Adapun sebagian yang tidak melebur kedalam TNI ada yang masuk kedalam Askar Perang Sabil dan ada juga yang tetap kembali ke masyarakat menurut profesinya masing-masing. Meskipun begitu mereka tetap dalam keadaan siaga, siap tempur membela Republik Indonesia bila dibutuhkan. Pertemuan-pertemuan diantara mereka tetap diadakan dalam koordinasi Masyumi. Dalam pertemuan-pertemuan itu dibicarakan mengenai bahaya kembalinya Belanda menjajah Indonesia, bahaya provokasi PKI yang membahayakan kehidupan beragama di Indonesia, dan juga tukar-menukar informasi.

F. PENGERTIAN APS

APS adalah singkatan dari Askar Perang Sabil. Yaitu sebuah badan perjuangan yang terdiri dari para pemuda Islam yang tidak masuk kedalam TNI. Tujuan APS didirikan ialah untuk membantu Negara Republik Indonesia yang pada saat itu baru saja berdiri menghadapi serangan yang datang dari luar yaitu agresi yang dilakukan oleh Belanda yang ingin kembali menduduki Indonesia.
Pada mulanya nama Askar Perang Sabil adalah Laskar Angkatan Perang Sabil, namun agar tidak terjadi salah pengertian dengan bentuk kesatuan yang terdapat dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI), maka nama Laskar Angkatan Perang Sabil ini pun diubah menjadi Askar Perang Sabil.

G. LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA APS
Pada tanggal 21 Juli 1947 terjadi Agresi Belanda I yang berhasil menduduki beberapa daerah di Jawa Tengah. Hal ini di mata para ulama Yogyakarta merupakan ancaman bagi keberadaan Ibukota Republik Indonesia yang pada saat itu berada di Yogyakarta.
Pada tanggal 23 Juli 1947 bertepatan tanggal 17 Romadlon 1367 H para ulama Yogyakarta mengadakan musyawarah dan sebelumnya diawali sholat lail dan Iā€™tikaf bermunajah kepada Allah swt di Masjid Taqwa Suronatan Yogyakarta. Hasil dari pertemuan tersebut ialah kedaulatan tekad para ulama untuk membentuk badan perjuangan yang bernama Angkatan Perang Sabil(APS). Bertujuan untuk membantu pemerintah RI dalam menghadapi kesulitan menanggulangi musuh yang akan merobohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Untuk merealisasikan keputusan itu maka diutuslah beberapa ulama menghadap Sri Sultan Hamengku Buwana IX (selaku Menteri Pertahanan) dan Panglima Besar Sudirman( selaku pimpinan TNI) untuk minta dispensasi agar diizinkan mendirikan lasykar Angkatan Perang Sabil (APS). Dengan mempertimbangkan berbagai aspek maka Sri Sultan Hamengkubuwono pun menyetujuinya.

ARTIKEL TERKINI