Punya Fungsi Penting, Apakah Airbag Mobil Wajib Diservis?

Salah satu fitur keselamatan penting untuk pengendara ataupun penumpang di mobil, ialah airbag. Pasalnya, dengan kantung udara tersebut, dapat mencegah risiko luka serius atau meninggal dunia ketika terjadi kecelakaan.

Lalu, dengan pentingnya faedah teknologi tersebut, apakah airbag mesti diservis?

apabila airbag telah meledak maka tidak dapat diservis. Rekondisi yang dilakukan ialah dengan memblokir kembali permukaan dasbor yang pecah.

Caranya, dengan memanfaatkan part pribumi bawaan kendaraan tersebut sendiri. Disebutkan, perbaikan tersebut santap waktu tiga hingga empat hari.

Bicara biaya, sebagai misal kemudi yang airbag-nya telah meledak dan dilaksanakan rekondisi. Urusan ongkos, rekondisi dasbor dan kemudi, biayanya selama Rp 1,5 juta tergantung mobilnya.

Pada dasarnya tidak terdapat patokan sah kapan airbag mesti mendapat perawatan teratur layaknya komponen lain. Namun, bukan berarti airbag merupakan kelompok komponen free maintenance.

Untuk meyakinkan situasi airbag dalam posisi tanpa masalah, ada teknik paling gampang yang dapat dilakukan empunya mobil. Patokannya melulu memperhatikan indikator yang berada pada instrument cluster.

Pemilik mobil lumayan melihat apakah indikator airbag tersebut menyala ketika kunci mobil mulai diputar. Bila ternyata kunci telah dalam posisi on, tetapi indikator masih terus menyala, maka patut dicurigai terdapat masalah pada komponennya.

Airbag menjadi di antara fitur keselamatan yang mesti ada di kendaraan yang diproduksi dan beredar ketika ini. Biasanya, komponen ini terletak atau dipasang di tengah setir atau dasbor penumpang depan, dan ada tulisan SRS airbag.

SRS sendiri adalahsingkatan dari Supplementary Restraint System. Artinya, fitur ini mempunyai sifat pendukung dan bukan mempunyai sifat utama untuk mengamankan penumpang ketika terjadi kecelakaan.

Melansir pressroomtoyotaastra, Rabu (22/1/2020), proses airbag mengembangan memang paling cepat. Ketika suatu igniter menghanguskan senyawa Natrium Azida (NaN3), yang lantas bereaksi dengan Kalium Nitrat (KNO3) sampai menjadi nitrogen panas yang mengembangkan kantung udara. Tetapi, proses tersebut baru bakal terjadi andai ECU dari airbag mengantarkan perintah.

ECU dari airbag baru akan menyuruh proses di atas, andai sensor airbag yang diletakkan sejumlah titik, menerima gaya dalam jumlah besaran tertentu yang lumayan besar.

Banyak hal yang menilai supaya sensor menyimak gaya yang cukup, dan menciptakan airbag mengembang, contohnya seperti benturan frontal dengan kecepatan paling tidak 20-30 km/jam, jarak pembacaan sensor selama 15 derajat dari garis lurus ke depan.

Perlu dipehatikan saat airbag telah mengembang tidak dapat dipakai ulang tetapi harus diganti baru. Ada baiknya perbaikan total kendaraan yang mengalami kemalangan termasuk peralihan airbag yang baru. Sumber : http://alturl.com/v7saf