PENGERTIAN AHKLAK

PENGERTIAN AHKLAK

            Ahklak berasal dari bahasa arab ﺄﺧﻼﻖ bentuk jamak dari ﺧﻟﻖ yang secara etimologis berarti budi pekerti,watak,perangai,tingkah laku atau tabi’at.Menurut imam Al-Ghozali,ahklak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang dapat menimbulkan perbuatan dengan gampang dan mudah,tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.Sedangakan menurut Abdul Karim Zaidan, Ahklak adalah nilai-nilai yang tertanam dalam jiwa dengan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatan baik dan buruknya,untuk kemudian memilih melakuakan ataupun menigkatkannya.Tetapi menurut Ahmad amin Ahklak sendiri yaitu membiaskan kehendak,ini berarti bahwa kehendak itu apabila dibiaskan terhadap sesuatu maka kebiasaan itu akan dapat membentuk ahklak.Contohya apabila kita selalu membiasakan untuk memberi maka akan melahirkan sikap yang dermawan.

PENGERTIAN AHKLAK

            Sedangkan Ilmu ahklak ialah ilmu yang menjelakan arti baik dan buruk,menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang kepada orang lain,menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukan jalan untuk melakukan apa-apa yang harus di perbuat.

2.2 INDUK-INDUK AHKLAK TERCELA

2.2.1 IRI HATI,DENGKI (HASAD)

            Hasad adalah tidak senang kepada orang lain yang mendapat kenikmatan. Sehingga timbul perbuatan jahat agar kenikmatan yang diperoleh seseorang itu hilang atau pindah kepada dirinya. Atau ia benci terhadap kenikmatan lebih dari kenikmatan dirinya

            Iri hati atau dengki juga merupakan persaan benci atau tidak senang kepada seseorang yang memperoleh keberuntungan atau kebahagian,serta mengharapkan agar keberuntungan/kebahagiaan orang tersebut lenyap.Firman Allah SWT yang artinya :

“jika kamu memperoleh kebaikan,niscahy mereka bersedih hati,tetapi jika kamu mendapat bencana mereka gembira karenanya”.(QS.Ali Imran:120).

Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :

Artinya  :”Telah masuk ke dalam tubuhmu penyakit-penyakit umat dahulu, yaitu benci dan dengki itulah yang membinasakan agama, bukan dengki mencukur rambut”. (HR. Abu Daud dan Tarmidzi)

Rasulullah juga bersabda:

“Jauhilah hasad karena sesungguhnya hasad itu dapat memakan (menghabiskan) kebaikan seperti api memakan kayu baker.” (H.R. Abu Dawud)

            Seseorang yang memiliki sifat iri hati atau dengki akan sangat tersiksa,karena jika dalam suatu masalah dia akan terlebih dahulu tersiksa hatinya dengan keiriannya.Sifat iri hati atau dengki akan membuahkan berbagai sifat tercela lainnya,seperti: marah,dendam,berdusta,menipu,adu domba,mencuri bahkan membunuh.sebagai contoh tentang kisah iblis terhadap nabi adam yang mana iblis sangat iri kepada NAbi Adam AS yang mendapatkan kedudukan yang paling mulia di sisi Allah SWT maka dari itu iblis yan didorong dengan sifat keirian dan kedengkiannya maka iblis melakuakan kemaksiatan yang besar yaitu melanggar perintah dari Allah SWT.

            Orang yang memiliki sifat iri hati atau dengki tidak akan mendapat sesuatu apapun dari masyarakat selain dari celaan dan pengucilan.Di dunia ia tersiksa karena tidak disenagi masyarakat sedangkan di akhiratpun ia menderita karena azab dari Allah.

baca juga :