MPASI Yang Tepat Untuk Si Kecil

Pengertian

Bayi di bawah 6 bulan tergolong ibu yang bisa makan semua makanan karena reaksinya lebih mudah dikendalikan daripada beberapa bulan pertama. Usia dapat secara langsung menopang kepala bayi, menjaganya tetap tegak, dan mencegah benda asing masuk sebagai respons terhadap lidah yang menempel di lidah.

Saat anak menyiapkan sendok untuk pukulan ini, mereka perlu menutup mulut dan menggerakkan lidah ke depan dengan lidah mereka.

Pencernaan bayi juga meningkat, tapi menyusui tetap membutuhkan susu. Bayi membutuhkan nutrisi tambahan untuk mencegah ASI menyelesaikan pertumbuhan dan perkembangannya. , Besi, dll.

Sekarang, ini adalah kesempatan bagus untuk memulai jadwal MPES. Namun sebelum memulai, ada baiknya mengetahui cara mengonsumsi makanan bayi dengan benar.

Konten anak-anak dari menu MPASI dibagi menjadi dua bagian: menu MPASI terintegrasi dan menu MPASI tunggal.

Satu-satunya tempat di menu MPES adalah persyaratan Dow Breeder, yang mencakup berbagai macam makanan.

Berikut ini contohnya. Misalnya, bayi dicukur secara normal selama 14 hari atau sekitar 2 minggu.

Menu tersebut merupakan menu diet kompleks yang terdiri dari berbagai macam saus seperti daging, telur, buah-buahan, keju, dan sayuran.

Perlu dicatat bahwa Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan pola makan sehat untuk anak-anak, karena 6 bulan didasarkan pada berbagai sumber makanan.

Pasalnya, jenis makanan tertentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anak.

Dalam hal ini, MPCA dosis tunggal tidak meningkatkan dosis pada anak-anak, tetapi membatasi pilihan makanan dan nutrisinya.

Memberikan makanan yang nyaman untuk anak segala usia tidak selalu sama.

Untuk memudahkan proses dan implementasinya, ini adalah aturan yang harus dipahami ibu menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Bagaimana Cara Tepat Pemberian MPASI?

pemberian mpasi yang tepat

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada empat strategi utama yang perlu dipahami ibu saat memberikan suplemen pada usia 6 bulan.

Berikut beberapa strategi untuk menambah bayi:

1. Tepat waktu

Mengulangi hal di atas, suplemen ASI harus diberikan pada waktu yang tepat, jika tidak tidak terlambat atau terlambat.

Ngomong-ngomong, ini sejalan dengan kesehatan balita Anda.

Dalam beberapa kasus, dokter Anda mungkin menyarankan Anda untuk menyiapkan suplemen sebelum 6 bulan.

2. Cukup

ASI harus memenuhi kebutuhan energi, protein, mineral dan vitamin bayi.

Dengan kata lain, siapkan menu pelengkap yang memuat berbagai sumber makanan.

3. Keamanan dan kebersihan

Semua proses seperti penyimpanan, pengolahan dan penyiapan makanan padat harus dilakukan dengan aman dan higienis.

Ini berarti Anda sangat disarankan untuk menggunakan metode, bahan, dan alat MPASI yang aman dan bersih.

4. Memberikan secara bertanggung jawab

Ibarat menyusui, makanan padat yang Anda berikan kepada bayi harus mengikuti indikasi bahwa bayi lapar dan penuh warna.

Oleh karena itu, yang terbaik adalah menyiapkan makanan saat bayi lapar dan hindari memaksanya makan saat ia kenyang.

MPASI usia 6 bulan

Berikut panduan pemberian suplemen (suplemen) selama 6 bulan:

Frekuensi dan porsi makanan
Anda sebaiknya hanya mengonsumsi 2-3 sendok makan setiap kali makan 2-3 kali sehari.

Selain jamuan makan penting tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan untuk istirahat 1-2 kali sehari.

Komposisi makanan
Saat memulai pemberian ASI eksklusif hingga makanan pendamping ASI (MPASI), sangat disarankan untuk memberikan bayi komposisi makanan yang lembut dan kenyal.

Struktur pola makan yang diberikan pada usia 6 tahun dimulai dengan makanan yang dihaluskan (termasuk susu).

Menu makanan padat bayi umur 6 bulan
Nasi dengan sawi dan ayam merupakan contoh menu makanan bayi usia 6 bulan. Pertama, buat bubur tipis dari nasi putih.

Tambahkan sawi rebus cincang halus, sedikit garam dan 2 sendok makan ayam cincang.

Masak resep menu makanan padat bayi umur 6 bulan ini sampai mendidih.