Model Penugasan

Model Penugasan

Perusahaan-perusahaan yang mempunyai lebih dari satu mesin yang sama (dapat dipakai untuk memproduksikan beberapa produk yang sama atau dapat dipergunakan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sama) akan dapat mempergunakan model penugas (assignment model) ini untuk merencanakan urutan dan skedul penyelesaian pekerjaan-pekerjaan yang ada di dalam perusahaan yang bersangkutan tersebut.

Model penugasa ini disamping dapat dipergunakan untuk penyusunan urutan dan skedul kerja untuk beberapa pekerjaan dengan beberapa mesin, akan dapat dipergunakan pula untuk mengalokasikan para karyawan yang bekerja dalam perusahaan tersebut untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang ada. Beberapa permasalahan yang dapat diselesaikan dengan mempergunakan model ini adalah beberapa problema yang mempunyai karakteristik sebagai berikut,

  1. Terdapat sejumlah n pekerjaan yang akan dialokasikan kepada sejumlah n mesin (atau n karyawan yang akan dialokasikan kepada n pekerjaan).
  2. Setiap pekerjaan (atau karyawan) hanya akan dialokasikan kepada satu tujuan.
  3. Hanya memuat salah satu persyaratan saja antara minimisasi biaya, minimisasi waktu penyelesaian.

Setiap persoalan yang ada di dalam perusahaan yang mempunyai karakteristik tersebut di atas akan dapat diselesaikan dengan mempergunakan model penugasa ini. Alokasi tugas dan pekerjaan tersebut akan dapat diusahakan untuk mencapai salah satu tujuan di atas, yaitu minimisasi biaya, maksimisasi keuntungan ataupun minimiasasi waktu penyelesaian.

BAB III

KESIMPULAN

3.1     Teori dasar yang dipergunakan dalam permasalahan ini adalah, bahwa sebenarnya apabila terdapat seseorang karyawan yang berulang-ulang mengerjakan pekerjaan yang sama, maka karyawan tersebut akan menjadi semakin lancer di dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan semakin lancarnya pelaksanaan pekerjaan oleh karyawan yang bersangkutan ini maka berarti waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut akan menjadi semakin pendek. Dengan kata lain dapat disebutkan bahwa waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses produksi suatu produk akan menjadi semakin pendek apabila karyawan tersebut sudah melaksanakan proses produksi untuk produk tersebut berulang kali. Dengan demikian apabila ditinjau dari segi produk perusahaan, maka kebutuhan jam kerja karyawan untuk memproduksikan produk tersebut akan menjadi semakin pendek, sehingga biaya tenaga kerja untuk memproduksi produk tersebut menjadi menurun. Hal ini berarti bahwa efisiensi tenaga kerja dalam perusahaan tersebut akan dapat ditingkatkan.

baca juga :