Kelahiran Revolusi Perancis

Kelahiran Revolusi Perancis

Kelahiran Revolusi Perancis

Seperti disebutkan di atas, salah satu alasan Revolusi Prancis adalah masalah keuangan

Sebagai tindak lanjut dalam mengatasi masalah keuangan, Raja Louis XVI mencoba menerapkan pajak pada Kelompok I dan II. Namun tindakan ini gagal karena tidak disetujui oleh kaum bangsawan. Kelompok ini berpendapat bahwa semua pajak baru yang akan diterapkan harus disetujui oleh Estates General atau Badan Legislatif yang merupakan badan perwakilan dari tiga kelompok Perancis.

Masyarakat Prancis berharap Estates General bisa berperan dalam kehidupan politik di Prancis. Tetapi, di tubuh Estates General ada ketidaksepakatan tentang pemungutan suara di antara tiga kelompok. Kelompok I dan II ingin memilih berdasarkan kelompok mereka (perkebunan). Sementara kelompok III menyadari bahwa ada jauh lebih banyak angka dan perlu pemungutan suara untuk dilakukan secara individual.

Perselisihan berakhir dengan pengusiran anggota kelompok III dari tempat pertemuan (sidang) oleh Louis XVI. Grup III akhirnya bersidang di lapangan tenis tertutup (jeu de pume). Di tempat itu mereka membentuk Majelis Nasional atas saran Abbe Syies pada 17 Juni 1789. Ini dianggap sebagai awal dimulainya Revolusi Perancis. Tuntutan Dewan Nasional menuntut peran politik besar dalam pemerintahan dan pengakuan hak-hak mereka dan meminta pembentukan undang-undang atau konstitusi untuk Prancis dengan sumpah Jeu de Paume.

Pada 9 Juli 1789, Dewan Nasional Konstituante dibentuk, yang terdiri dari perwakilan semua kelompok yang bertugas merancang konstitusi. Kelahiran lembaga ini menunjukkan posisi dan otoritas lemahnya kedudukan dan kewibawaan Raja Louis XVI dari Assembly National.

Bastille ialah benteng kota Paris yang dibangun pada tahun 1300. Benteng itu diubah menjadi penjara bagi tahanan politik yang membahayakan kekuasaan raja. Serangan terhadap penduduk Prancis di penjara Bastille dimotivasi oleh berita tentang mengumpulkan 20.000 pasukan kerajaan untuk membubarkan Dewan Nasional dan melawan revolusi. Alasan lain untuk invasi populasi penjara Bastille adalah bahwa raja bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat, rakyat ingin menghancurkan simbol kekuasaan raja, rakyat ingin membebaskan para pemimpin politik dan pemimpin di penjara dengan total 7 orang.

Melalui deklarasi ini rakyat Perancis mempunyai hak untuk kebebasan (merdeka), hak milik, hak keamanan dan hak untuk perlindungan dari tindakan kekerasan. Dalam deklarasi ini juga dinyatakan bahwa semua orang memiliki kesetaraan di hadapan hukum, memiliki hak untuk berbicara, memilih agama dan kebebasan pers. Inti dari deklarasi ini mengacu pada ajaran Rousseau yang berisi prinsip-prinsip kedaulatan rakyat, kemerdekaan, persaudaraan, dan kesetaraan.


Baca Juga :