Identifikasi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)

Identifikasi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)Identifikasi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)

Identifikasi Orang Dengan HIV/ AIDS (ODHA) Sampai tiga atau enam bulan setelah masuknya virus HIV, belum tentu virus itu bisa ditemukan dalam tubuh karena ia tersembunyi. Masa belum bisa dilihatnya virus itu disebut masa Jendela. Walaupun belum bisa terlihat, orang yang sudah tertular HIV bisa menularkannya kepada orang lain. Setelah enam bulan biasanya virus mulai dapat ditemukan/dilihat kalau orang itu menjalani tes darah. Belum ada cara lain untuk menemukan virus selain melalui tes darah. Kalau sudah ditemukan, maka pengidapnya disebut HIV positif.

Identifikasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)

“text-align: justify;”> Pada masa ini, ia masih bisa hidup normal dan melakukan semua kegiatan seperti biasa. Masa HIV positif ini bisa sampai 10 tahun kalau daya tahan tubuhnya kuat. Tetapi bila daya tahan tubuhnya lemah maka orang tersebut bisa cepat terserang berbagai penyakit lain. Tanda yang menyolok pada penderita AIDS adalah diare yang terus menerus, pembengkakan kelenjar getah bening, kanker kulit, sariawan, dan berat badan yang turun secara menyolok.
pada saat seperti itu orang tersebut dikatakan sudah sampai pada tahap AIDS dan disebut Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Pada tahap AIDS ini biasanya daya tahan sudah sangat lemah sehingga kemungkinan orang itu akan meninggal. Sampai saat ini belum ada obat ampuh untuk membunuh virus HIV atau menyembuhkan orang dengan AIDS.

Perlunya Empati Dan Dukungan Pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)

Orang yang terinfeksi HIV/AIDS (ODHA) perlu dukungan untuk hidup layak, Setiap orang, tua-muda, laki-perempuan, suku apapun, agama apapun, apapun pekerjaan dan kegiatannya bisa tertular HIV. HIV tidak memilih milih siapa yang akan ditulari. ODHA adalah singkatan dari Orang Dengan HIV/AIDS.

ODHA belum tentu orang yang bersalah atau berdosa. Mereka tertular HIV mungkin sama seperti banyak remaja lain karena “ketidaktahuan”. Mereka tidak punya cukup pengetahuan tentang HIV AIDS dan tidak punya cukup keterampilan hidup untuk menjaga atau melindungi dirinya. ODHA mungkin akan mengalami masalah yang tidak ringan. Mereka harus terus hidup dengan HIV di dalam tubuhnya. Mereka takut meninggal, takut dikucilkan dan takut menularkan kepada orang lain.

Sebagai sesama remaja, kita perlu berempati yaitu mencoba memahami perasaan dan masalah ODHA dan memberi dukungan kepada mereka agar mereka tetap bisa hidup normal selama daya tahan tubuhnya kuat. Mereka perlu teman yang dapat memberi dukungan agar mereka tegar menjalani kehidupannya. Karena ODHA tidak mudah menularkan HIV/AIDS, maka ODHA tidak perlu dijauhi dan disingkirkan.

Karena Berbagai Resiko, Maka Remaja Perlu Ingat:

Hubungan seks sebaiknya hanya dilakukan kalau sudah dewasa dan bisa bertanggung jawab untuk itu.
Setiap orang berhak mengatakan “tidak” pada sentuhan dan hubungan seks yang tidak dikehendakinya (assertif).
Sentuhan yang berakhir dengan hubungan seks seringkali mengakibatkan masalah dan perasaan-perasaan yang sulit pada remaja (menyesal, malu, takut, dll).
Hubungan seks bisa mengakibatkan kehamilan dan kelahiran bayi, walaupun juga ada cara-cara mencegahnya.
Selain itu hubungan seks bisa mengakibatkan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan penularan HIV – virus penyebab AIDS yang belum ada obatnya, walaupun ada cara mencegahnya.

 

ARTIKEL TERKINI