HIV AIDS Definisi, Cara Penularan, Klasifikasi, Sasaran Pencegahan, dan Penatalaksanaan

HIV AIDS Definisi, Cara Penularan, Klasifikasi, Sasaran Pencegahan, dan PenatalaksanaanHIV AIDS Definisi, Cara Penularan, Klasifikasi, Sasaran Pencegahan, dan Penatalaksanaan

Definisi HIV/AIDS

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yaitu HIV (Human Immunodeficiency Virus). Pada umumnya AIDS disebabkan oleh HIV-1, dan beberapa kasus seperti di Afrika tengah disebabkan oleh HIV-2 yang merupakan homolog HIV-1. Keduanya merupakan virus yang menginfeksi sel CD4 yang memiliki reseptor yang memiliki afinitas tinggi untuk HIV, makrofag (Baratawidjaya, 2010)

► Cara Penularan HIV/AIDS

Transmisi virus terjadi melalui cairan tubuh yang terinfeksi virus HIV. HIV masuk ke dalam tubuh manusia melalui 3 cara yaitu: (Nasronudin, 2007)

Secara vertikal yaitu dari ibu yang terinfeksi HIV ke anak (selama mengandung, persalinan, menyusui)

Secara transeksual (homoseksual maupun heteroseksual)

Secara horizontal yaitu kontak antar darah atau produk darah yang terinfeksi (asas sterilisasi kurang diperhatikan seperti tato, suntik, pemeriksaan gigi, transfusi)

►Klasifikasi HIV/AIDS

Sesuai ketentuan WHO melalui stadium klinis pada orang dewasa serta klasifikasi klinis dan CD4 dari CDC (Centers for Desease Control and Prevention): (Nasronudin, 2007)

● Stadium Klinis HIV/AIDS

Stadium Klinis I

Penampilan/aktivitas fisik skala I biasanya asimtomatis dan aktivitas normal disertai limfadenopati persisten generalisata.

Stadium Klinis II

Simtomatis dan aktivitas normal, dengan gejala; penurunan berat badan, tetapi <10% dari berat badan sebelumnya, manifestasi mukokutaneus minor (dermatitis sebhoroic, prurigo, infeksi jamur pada kuku, ulserasi mukosa oral berulang, cheilitis angularis), herpes zoster, dalam 5 tahun terakhir, infeksi berulang pada saluran pernafasan atas.

Stadium Klinis III

Lemah dan berada di tempat tidur < 50% per hari dalam sebulan terakhir, disertai gejala
penurunan berat badan >10%, diare kronis dengan penyebab tidak jelas > 1 bulan, demam dengan sebab yang tidak jelas (intermittent atau tetap) > 1 bulan, kandidiasis oris, oral hairy leukoplakia, TB pulmoner dalam satu bulan terakhir, infeksi bakterial berat (misal : pneumonia piomiositis).

Stadium Klinis IV

Selalu berada di tempat tidur > 50% per hari dalam sebulan terakhir, HIV wasting syndrome, PCP, ensephalitis Toxoplasmosis, diare karena cryptosporidiosis >1 bulan, cryptococcosis ekstrapulmoner, infeksi virus sitomegalo, infeksi herpes simplex > 1 bulan, berbagai infeksi jamur barat (histoplasma, coccidiloidomycosis), kandidiasis esophagus, trachea atau bronchus, mikobakteriosis stypical, salmonelosis non tifoid disertai septikemia, TB ekstrapulmoner, limfoma maligna, sarcoma Kaposi, ensefalopati HIV.

● Kategori Klinis HIV/AIDS

Kategori Klinis A

Pasien HIV/AIDS dengan kategori klinis A mengalami infeksi HIV asimtomatis, limfedenopati generalisata yang menetap, infeksi HIV akut primer dengan penyakit penyerta atau adanya riwayat infeksi HIV akut.

Kategori Klinis B

Kategori klinis B, terdiri atas kondisi yang tidak termasuk dalam kategori C dan memenuhi paling kurang satu dari keadaan angiomatosis, kandidiasis orofaringeal, kandidiasis vulvovaginal, displasia servikal, deman 38,5 derajat Celcius atau diare lebih 1 bulan, herpes zoster, ITP, penyakit radang panggul, neuropati perifer.

Kategori Klinis C

Pada kondisi kategori klinis C mengalami kandidiasis oral pada bronkus trakea dan paru, kandidiasis esofagus, kanker leher rahim, ensefalopati HIV, herpes simplex, ulkus kronis lebih satu bulan, histoplasmosis sistemik atau ekstrapulmoner, sarcoma kaposi, limfoma imunoblastik, limfoma primer di otak, TB di berbagai tempat, PCP, pnemoni berulang, septikemia salmonella berulang, serta wasting syndrome (penurunan berat badan lebih 10 % disertai diare kronis lebih 1 bulan atau demam lebih 1 bulan yang bukan disebabkan penyakit lain).

Tabel Klasifikasi HIV-AIDS

► Sasaran Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS

Sasaran pencegahan dalam penyebaran HIV/AIDS terdiri atas kelompok rentan, kelompok berisiko tertular dan kelompok tertular, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

● Kelompok Rentan HIV/AIDS

Kelompok rentan adalah kelompok yang karena faktor pekerjaan, faktor lingkungan, rendahnya ketahanan keluarga, rendahnya kesejahteraan keluarga, serta status kesehatan yang lemah, membuat mereka lebih mudah tertular HIV. Kelompok tersebut seperti: orang dengan mobilitas tinggi, perempuan remaja, anak jalanan, orang miskin, ibu hamil, penerima transfusi darah.

● Kelompok Risiko Tertular HIV/AIDS

Kelompok berisiko tertular adalah kelompok masyarakat yang berperilaku risiko tinggi seperti penjaja seks dan pelanggannya, penyalahgunaan napza suntik, dan narapidana.

● Kelompok Tertular HIV/AIDS

Kelompok tertular adalah kelompok masyarakat yang sudah terinfeksi HIV yang memerlukan penanganan khusus untuk mencegah kemungkinan penularan dengan orang lain.

► Penatalaksanaan HIV/AIDS

Penatalaksanaan pada pasien HIV/AIDS sangat dipengaruhi oleh kepatuhan dalam mengonsumsi terapi Anti Retroviral. Selain itu juga diperlukan dukungan psikososial dan spiritual serta pemenuhan nutrisi, Hal ini dapat dilihat dalam penjabaran sebagai berikut:

● Pengobatan Anti Retroviral (ARV)

Obat Anti Retroviral bekerja untuk menghambat replikasi virus dalam tubuh pasien HIV/AIDS. Saat yang paling tepat untuk memulai terapi ARV sebelum pasien jatuh sakit atau munculnya infeksi oportunistik yang pertama. Perkembangan penyakit akan lebih cepat apabila terapi ARV dimulai pada saat CD4 < 200/mm3 dibandingkan bila terapi dimulai pada CD4 di atas jumlah tersebut (Depkes, 2007).

 

Sumber: https://bobhenneman.info/apple-watch-terbaru-dirancang-untuk-olah-raga/