Fungsi ekskresi

Fungsi ekskresi.

Kelenjar-kelenjar  kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna lahi atau zat sisa metabulisme dalam tubuh berupa NaCl, urea, asam urat dan ammonia. Sebum yang diproduksi oleh kulit berguna untuk melindungi kulit karena lapisan sebum (bahan berminyak yang melindungi kulit ) ini menahan air yang berlebihan sehingga kulit tidak menjadi kering. Produksi kelenjar lemak dan keringat menyebabkan keasman pada kulit.

Fungsi persepsi.

Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Respon terhadap rangsangan panas diperankan oleh dermis dan subkutis, terhadap dingin diperankan dermis, perabaan diperankan oleh papila dermis dan markel renvier. Sedangkan tekanan diperankan oleh epidermis. Serabut saraf sensorik lebih banyak jumlahnya di daerah yang erotik.

  1. Fungsi pembentukan pigmen.

Sel pembentuk pigmen (melanosit) terletak pada lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi saraf. Melanosit membentuk warna kulit. Enzim melanosum dibentul oleh alat golgi dengan bantuan tirosinase, ion Cu dan O2 terhadap sinar matahari mempengaruhi melanosum.

Pigmen disebar di ke epidermis melalui tangan-tangan dendrite sedangkan lapisan di bawahnya dibawa oleh melanofag. Warna kulit tidak selamanya dipengaruhi oleh pigmen kulit melainkan juga oleh tebal tipisnya kulit, reduksi Hb dan karoten.

  1. Fungsi keratinisasi

Keratinosit dimulai dari sel basal yang mengadakan pembelahan. Sel basal yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuk menjadi sel spinosum. Makin ke atas semakin gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. Semakin lama intinya menghilang dan keratinosit ini menjadi sel tanduk yang amorf.

Proses ini berlangsung terus-menerus seumur hidup. Keratinosit melalui proses sintesis dan degenerasi menjadi lapisan tanduk yang berlangsung kira-kira 14-21 hari dan memberikan perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis-fisiologik.

  1. Fungsi pembentukan vitamin D.

Proses ini terjadi dengan mengubah dehidrosi kolestrol dengan pertolongan sinar matahari. Tetapi pembentukan vitamin D tidak cukup dengan hanya proses tersebut. Pemberian vitamin D sistemik masih tetap diperlukan.

  1. Struktur Asesoris Kulit

Terdiri dari kelenjar keringat dan kelenjar sebaseus/ kelenjar minyakdan kelenjar mammae.

  1. Kelenjar Keringat

Kelenjar keringat, atau kelenjar sudoriferous, yang hadir di semua wilayah kulit. Ada dapat sebanyak 90 kelenjar per sentimeter persegi dikaki,  400 kelenjar per sentimeter persegi di telapak tangan dan telapak kaki, dan jumlah yang lebih besar pada ujung jari.Sebuah kelenjar keringat adalah tubular. Tubulus adalahmelingkar, terutama pada asal-usulnya di dalam  dermis. Kelenjar ini menjadi aktif ketika seseorang berada di bawah stres.

Dua jenis kelenjar keringat Kelenjar apokrin terbuka ke dalam folikel rambut di daerah anus,pangkal paha, dan ketiak. Kelenjar ini mulai mensekresi saat pubertas, dan komponen sekresi mereka mungkin bertindak sebagai atraktan seks. Kelenjar ekrin terbuka ke permukaan kulit. Mereka menjadi aktif ketika seseorang panas, membantuuntuk menurunkan suhu tubuh sebagai keringat menguap.Keringat (keringat) yang diproduksi oleh  kelenjar ini sebagian besar air, tetapi juga mengandung garam dan beberapa  urea,zat limbah. Oleh karena itu, keringat adalah bentuk ekskresi. Telinga mengandung kelenjar keringat yang dimodifikasi, yang disebut  kelenjar ceruminous, yang menghasilkan serumen, ataukotoran telinga.

Kelenjar keringat akan menyerap air dan garam mineral dari kapiler darah karena letaknya yang berdekatan.  Selanjutnya, air dan garam mineral ini akan dikeluarkan di permukaan kulit (pada pori) sebagai keringat. Keringat yang keluar akan menyerap panas tubuh sehingga suhu tubuh akan tetap

 

Sumber: https://officialjimbreuer.com/