Beberapa Perilaku Fungsional dan Disfungsional dari Anggaran

Beberapa Perilaku Fungsional dan Disfungsional dari Anggaran

Sebagai sistem pengendalian, penganggaran mempunyai efek baik fungsional maupun disfungsional. Beberapa efek fungsional adalah:

1)      Meningkatkan motivasi dan semangat kerja.

2)      Meningkatkan koordinasi organisasi.

3)      Dapat digunakan sebagai signal perbaikan.

4)      Membantu belajar dari pengalaman.

5)      Alokasi sumberdaya dapat ditingkatkan.

6)      Meningkatkan komunikasi.

7)      Menolong manajer tingkat bawah mengetahui posisinya dalam organisasi.

8)      Membantu orang baru melihat kemana organisasi bergerak.

9)      Sebagai alat evaluasi.

Efek disfungsional anggaran adalah:

1)      Persepsi yang berbeda dari anggota organisasi terhadap anggaran.

2)      Komunikasi dan umpan balik dapat mengakibatkan ketidakpuasan manajer terhadap anggaran.

3)      Anggaran dapat menolong motivasi yang “salah”.

4)      Jika tujuan yang ingin dicapai terlalu tinggi, anggota organisasi akan merasa frustasi.

PEMERIKSAAN KEUANGAN (AUDIT)

Pemeriksaan keuangan bermanfaat untuk beberapa tujuan: validasi pencatatan keuangan sampai pengambilan keputusan. Ada dua jenis pemeriksaan keuangan, yaitu eksternal dan internal.

  1. Pemeriksaan Keuangan Eksternal

Pemeriksaan keuangan eksternal merupakan proses verifikasi pencatatan keuangan (laporan keuangan) untuk mementukan apakah laporan keuangan sudah disusun sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Jika sudah sesuai, diharapkan laporan keuangan tidak memberikan informasi yang menyesatkan. Pemeriksaan keuangan eksternal dilakukan dengan menyeluruh, dan karena itu membutuhkan biaya yang cukup mahal. Pemeriksaan keuangan eksternal mempunyai peranan penting dalam mendorong kejujuran praktik bisnis dan praktik laporan keuangan yang jujur. Karena itu pemeriksaan keuangan merupakan keharusan untuk perusahaan yang go-public yang dilakukan, perjangka waktu periode tertentu.

  1. Pemeriksaan Keuangan Internal

Pemeriksaan keuangan internal dilakukan oleh akuntan internal dengan tujuan menjamin sumberdaya organisasi dengan efektif. Pemeriksan keuangan internal membantu manajemen mengevaluasi efisiensi dan efektivitas organisasi serta mengevaluasi laporan keuangan perusahaan. Pemeriksaan internal mempunyai fokus pada kebutuhan internal, yaitu kebutuhan manajemen. Sementara pemeriksaan eksternal mempunyai fokus kebutuhan eksternal. Pemeriksaan internal dapat dilakukan oleh akuntan perusahaan atau oleh akuntan luar yang disewa untuk mengerjakan tugas tersebut.

ARTIKEL TERKINI