Anggaran Berbasis Nol (Zero-base Budgeting)

Anggaran Berbasis Nol (Zero-base Budgeting)

Zero-base budgeting berbeda dengan pendekatan yang biasa. Anggaran ini dimulai dari situasi nol setiap tahun, seolah-olah baru pertama kali membuat anggaran. Kemudian setiap aktivitas yang masuk ke dalam anggaran tersebut harus “dijustifikasi” atau diberi pembenaran. Zero-base budgeting dipelopori oleh Texas Instruments pada tahun 1970-an, dan kemudian digunakan oleh Presiden Jimmy Carter untuk pemerintahan pusat. Ada tiga langkah dalam metode anggaran tersebut:

1)      Memecah kegiatan ke dalam paket keputusan, yang merupakan kegiatan dengan manfaat dan biayanya apabila aktivitas tersebut disetujui atau tidak.

2)      Mengevaluasi aktivitas-aktivitas, dan kemudian merangking aktivitas tersebut berdasarkan sumbangannya terhadap organisasi, mulai dari yang paling penting, ke yang paling tidak penting.

3)      Mengalokasikan sumberdaya berdasarkan rangking manfaat. Rangking tertinggi akan memperoleh dana secara penuh, sementara rangking terendah barangkali akan didrop atau diberi dana tidak penuh.

Proses Pembuatan Anggaran

Proses penganggaran biasanya dimulai ketika manajer menerima ramalan ekonomi serta tujuan penjualan dan laba untuk tahun mendatang dari manajemen puncak, bersama jadwal kapan pengukuran harus diselesaikan.

Dalam beberapa organisasi, proses yang lebih disukai adalah “dari atas ke bawah”. Anggaran ditetapkan  oleh manajer puncak tanpa atau hanya sedikit berkonsultasi dengan manajer tingkat bawah. Akan tetapi, kebanyakan perusahaan lebih menyukai proses penganggaran “dari bawah ke atas”.

Penganggaran dari bawah ke atas mempunyai beberapa manfaat bagi banyak organisasi, yaitu: supervisor dan kepala departemen tingkat bawah mempunyai pandangan yang lebih tajam mengenai kebutuhan mereka daripada para manajer puncak. Manajer juga akan termotivasi lebih kuat untuk menerima dan memenuhi anggaran yang disusun dengan peran serta mereka.

Proses yang mengikutsertakan manajer tingkat bawah dalam menyusun anggaran serupa dengan proses merencanakan berjenjang. Supervisor menyiapkan usulan anggaran mereka menggunakan pedoman yang telah digariskan oleh manajemen puncak. Kemudian kepala departemen meninjau ulang anggaran dari tingkat bawah dan menyelesaikan ketidakkonsistenan sebelum disusun menjadi anggaran departemen. Anggaran ini kemudian diserahkan kepada manajer tingkat yang lebih tinggi untuk mendapat persetujuan. Proses ini berkelanjutan sampai semua anggaran selesai disusun, dihimpun oleh pengawas atau direktur anggaran, dan diserahkan komite anggaran guna tinjau kembali. Akhirnya anggaran induk diserahkan kepada manajemen puncak (direktur utama, eksekutif kepala, atau dewan direktur), untuk disahkan.

sumber: https://obatsipilisampuh.id/worknplay-aplikasi-travel-berbasis-peta/