Kisah Rahmat, driver Gojek yang “naik kelas”

Kisah Rahmat, driver Gojek yang “naik kelas”

Kisah Rahmat, driver Gojek yang naik kelas

Klaim start up unicorn Gojek untuk memberikan dampak sosial kepada masyarakat ternyata bukan main-main. Dampak itu, setidaknya, bisa dirasakan oleh sejumlah mitra pengemudi Gojek.

Salah satu mitra pengemudi yang “naik kelas” dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat, Rahmat Pringadi, yang membagikan kisahnya. Empat tahun lalu, Rahmat merasa tidak dianggap di lingkungan bertetangga karena menganggur.

Awal bergabung sebagai mitra pengemudi pun dia tidak terlalu berharap terjadi perubahan signifikan dalam kehidupannya.

“Ternyata setelah saya jalani, sebulan dua bulan, menaikkan status perekonomian,” kata Rahmat dalam gelaran GO-FOOD Festival Bersama Berbagi Berkah, di Jakarta, Senin.

Rahmat Pringadi (kedua kiri) bersama CEO Gojek Nadiem Makarim (pertama kiri) dalam acara GO-FOOD Festival Bersama Berbagi Berkah di Geloran Bung Karno, Jakarta, Senin (20/5/2019). (ANTARA News/Suwanti)

Menurut Rahmat, itu terbukti dengan perubahan sikap para tetangga

yang mulai rajin bertanya kabar tentang pekerjaan kepada dia.

“Naik kelas” Rahmat tidak hanya sampai di situ. Dia juga mendapat beberapa program, yang menurutnya, tidak akan bisa dinikmati jika tidak berstatus sebagai mitra Gojek.

“Setahun kemudian saya bergabung di Gojek, saya dapat SMS dari Gojek tiba-tiba

‘Anda berhak mengikuti program kepemilikan rumah’,” ungkap Rahmat yang duduk bersebelahan dengan CEO Gojek Nadiem Makarim.

Setidaknya ada dua program lain yang dimanfaatkan oleh Rahmat, yaitu asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan.

Untuk asuransi kesehatan, Rahmat beserta istri dan tiga anaknya terdaftar

di sebuah perusahaan asuransi swasta. Berkat itu, Rahmat mengaku, ketika sakit dia tidak perlu mengantre lama.

Sementara untuk urusan asuransi pendidikan, dia merasa jaminan pendidikan bagi anak-anaknya adalah suatu hal penting.

 

sumber :

https://www.sekolahbahasainggris.co.id/seva-mobil-bekas/