Pusaka Gong

Pusaka Gong

Pusaka Gong
Pusaka Gong

Menurut cerita sesepuh Desa Lodoyo, yang akrab disebut warga setempat dengan Mbah Palil. Gong Kyai Pradah merupakan sebuah senjata milik seorang prabu bernama Kyai Bicak dari Kerajaan Mataram Surakarta (Kartosuro). Lantas, atas hukuman dari ayah Sang Prabu, bernama Sri Paku Buwono I, datanglah Pangeran Prabu ke Lodoyo.

Saat Pangeran Prabu datang, kondisi wilayah Lodoyo tak hanya berupa hutan lebat, tapi juga masih wingit (angker). Bahkan banyak dihuni binatang buas. Pangeran Prabu kemudian membawa pusaka kerajaan berupa sebuah gong dan empat bendhe, yang kemudian disebut sebagai Gong Kyai Pradah atau Gong Kyai Bicak. Dengan tujuh kali memukul gong itu, binatang buas di sana bisa jinak, dan keangkeran Lodoyo berhasil ditaklukkan. Warga pun bisa hidup tentram.

Selang beberapa tahun kemudian, menjelang Kyai Bicak tutup usia. Dia berpesan pada istri keduanya, agar kelak senjata pusaka gong ini dijadikan pelindung warga Lodoyo dari marabahaya. Dan, harus dijaga kebersihannya dari segala bentuk kotoran.

“Tolong pusaka ini selalu dimandikan setiap tanggal 12 Rabiul Awal,” begitu pesan Kyai Bicak pada sang istri kedua, seperti ditirukan Mbah Palil, 83 tahun.

Lalu menurut Mbah Palil lagi, mulai saat itulah istri kedua Kyai Bicak setiap tanggal 12 Rabiul Awal, membersihkan pusaka bersama pasukan-pasukan Lodoyo. Namun, kini waktu pelaksanaa terkadang diadakan saat sehari sebelum atau sesudah tanggal itu.

Cerita Mbah Palil ditambah apa yang dikatakan warga setempat, pernah suatu ketika pusaka ini tidak dibersihkan atau dimandikan. Akibatnya warga dari tiga dukuh di Lodoyo terjangkit wabah penyakit berbahaya. “Sampai seperti yang kita lakukan dan saksikan saat ini, tradisi ini tetap harus kita selenggarakan demi keselamatan seisi desa” ujar juru kunci makam Kyai Pradah itu.

Sumber : https://merpati.co.id/