Pengertian Epilepsi

Pengertian Epilepsi

Pengertian Epilepsi
Pengertian Epilepsi

Epilepsi adalah gangguan kronik otak dengan ciri timbulnya gejala-gejala yang datang dalam serangan berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak, yang bersifat refersible dengan berbagai teologi. Serangan ialah suatu gejala yang timbulnya tiba-tiba dan hilangnya tiba-tiba pula (Mansjoer, 2000).
Serangan epilepsy dimulai dengan menghilangnya kesadaran secara cepat dapat terdengar keteriakan akibat spasme toraks atau spasme abnormal yang menyebabkan eprilasi kuat. Pada fase tonik, otot-otot berkontraksi dan posisi tubuh dapat terganggu, fase kronik berupa kontraksi dan relaksasi kelompok otot-otot yang berlawanan sehingga menimbulkan gerakan yang tersentak-sentak, kontraksi sedikit demi sedikit berkurang krontraksinya tetapi tidak kukuatannya: lidah dapat tergigit, seperti yang terjadi pada sekitar separuh dari penderitaan kejang (spasme rahang dan lidah). serangan itu berlangsung sekitar 3 – 5 menit kemudian diikuti dengan periode tidak sadar yang berlangsung selama beberapa menit sampai sekitar setengah jam, kemudian sadar kembali tampak bingung, stupor atau bodoh, biasanya tidak dapat mengingat serangan yang telah dialaminya (Anderson, 2000).
Epilepsi mengenai satu diantara suatu orang yang akan di bahas secara singkat. Epilepsi dapat dibedakan sebagai sintomatik dan idiopatik.
1.Epilepsi sintomatik
Epilepsi sintomatik (sekunder) dapat disebabkan oleh faktor intracranial, seperti infeksi. Misalnya meningitis, engselparitis, neurolsifilis, akses tuberculosis, trauma, misalnya saat lahir atau cidera kepala lesi faskuler, degenerasi serebral, tumor, atau disebabkan oleh faktor ekstralfranial, seperti anoksia, racun, misalnya alcohol, etil klorida, timah, kokain, gangguan metabolic, misalnya uremia, alkolosis, gagal hati, hipoglikimia, penghentian pengobatan misalnya, hipnotik, opiate (Tambayong, 2002).
Epilepsi yang diketahui penyebabnya atau akibat adanya kelainan pada jaringan otak, kelainan ini dapat disebabkan karena bawaan sejak lahir atau adanya jaringan perut sebagai akibat kerusakan otak pada sewaktu lahir atau pada masa pekembangan anak, cidera kepala (cidera selama atau sebelum kelahiran), gangguan metabolisme dan nutrisi (misalnya hipoglikimia, feniltonuria, defisiensi vitamin B6), faktor-faktor toksik (putus alcohol, uremia), ensel falitis anoksia, gangguan sirkulasi dan neoplasma (Andreas Harry, 2008)
2.Epilepsi idiopatik
Epilepsi dikatakan idiopatik (primer) bila tidak ada penyebabnya perlu diingat bahwa otak yang hidup mempunyai kapasitas menimbulkan serangan kejang jika stimulusnya cukup, adanya orang mengalami serangan secara spontan tanpa stimulus pemicu, sedangkan orang lain dipengaruhi stimulus, seperti gerakan cahaya, minuman alkohol berlebihan atau sangat kelelahan atau memerlukan shock elektro konvulsif, baru timbul kejang.

1.2. Jenis epilepsi idiopatik terbagi tiga:
1.Serangan tonik-klonik,
Serangan ini didahului dengan masa ketegangan yang meningkat, hilang kesadaran, jatuh ke tanah dalam keadaan kaku, kemudian sadar kembali dalam keadaan 5 – 15 menit, bingung sekitar 15 menit dan dapat langsung tidur lelap.

2.Serangan abses sederhana
Serangan ini hanya terjadi pada anak yang mengalami sekitar 10 – 15 detik saat mereka menatap lurus kedepan, kadang berkedip-kedip atau menongok. Kemudian kembali pada aktivitas sebelumnya.

Baca Juga :