Pencegahan

Pencegahan

Pencegahan
Pencegahan

Pasien dengan asma kambuhan harus menjalani pemeriksaan mengindentifikasi substansi yang mencetuskan terjadinya serangan. penyebab yang mungkin dapat saja bantal, kasur, pakaian jenis tertentu, hewan peliharaan, kuda, detergen, sabun, makanan tertentu, jamur dan serbuk sari. jika serangan berkaitan dengan musim, maka serbuk sari dapat menjadi dugaan kuat. upaya harus dibuat untuk menghindari agen penyebab kapan saja memungkinkan. (Smeltzer, 2001).
Menurut Dahlan, (2009) usaha-usaha pencegahan asma dapat dilakukan :
a. Menjaga Kesehatan Tubuh
Menjaga kesehatan tubuh merupakan usaha yang tidak terpisahkan dari pengobatan penyakit asma bronchiale. Usaha yang dilakukan berupa makan makanan yang bernilai gizi baik, minum banyak, istirahat yang cukup, rekreasi dan olah raga yang sesuai untuk mengatasi penyakit.

b. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Lingkungan dimana penderita hidup sehari-hari sangat mempengaruhi timbulnya serangan penyakit asma, keadaan rumah misalnya sangat penting diperhatikan, rumah sebaiknya tidak lembab, cukup ventilasi dan cahaya matahari, saluran pembuangan air limbah harus lancar, dan kamar tidur sesedikit mungkin berisi barang-barang untuk menghindari debu rumah.
c. Menghindari faktor pencetus serangan penyakit asma seperti perubahan dalam suhu lingkungan, pertukaran atmosfir (asap rokok dan industri ozon), bau yang menyengat (parfum) alergen, olah raga yang berlebihan, stres dan gangguan emosional.
d. Menggunakan obat-obat anti penyakit asma, sebagai pencegah penyakit.

Sumber : https://vhost.id/