Komik Edukasi Dampak Medis dan Psikologis dari Pernikahan Usia Dini

Komik Edukasi Dampak Medis dan Psikologis dari Pernikahan Usia Dini

Komik Edukasi Dampak Medis dan Psikologis dari Pernikahan Usia Dini
Komik Edukasi Dampak Medis dan Psikologis dari Pernikahan Usia Dini

Nuri adalah seorang gadis desa umur 15 tahun yang masih duduk di bangku SMA

. Ia anak yang rajin sekolah, sekaligus membantu orang tua mengurus rumah. Suatu hari, ia mendengar percakapan ayahnya dengan seorang pria paruh baya. Dalam percakapan itu, Nuri mendengar bahwa ayahnya berniat untuk menjodohkannya dengan anak dari pria tersebut. Pernikahan akan segera dilangsungkan dalam waktu dekat. Nuri menangis, ia sangat ketakutan.

Akhirnya, Nuri pergi ke rumah temannya yang bernama Ruby. Di sana, ia menangis dan bercerita pada Ruby bahwa ia belum mau menikah. Orang tua Ruby merasa kasihan pada Nuri, dan berniat membantu Nuri untuk berbicara kepada orang tuanya. Mereka pun berangkat bersama-sama ke rumah Nuri. Orang tua Ruby menjelaskan semua dampak negatif pernikahan dini pada ayah Nuri, dan menyarankan agar tidak menjerumuskan Nuri ke dalam risiko besar itu. Ayah Nuri lalu mengerti, ia sadar dan berjanji pada Nuri untuk menghentikan perjodohannya.

Pernikahan dini memang masih menjadi persolan yang belum bisa teratasi dengan tuntas.

Oleh karena itu, Pendidikan.id merilis Komik ‘Sekolah? Yes! Nikah Muda? No!’ sebagai bentuk kepedulian pada masa depan anak-anak Indonesia. Komik ini menyampaikan pesan, baik kepada anak-anak maupun orang tua bahwa menikah dini memiliki banyak dampak negatif. Hal ini dikarenakan mental dan fisik anak usia dini masih belum siap menerima pernikahan serta proses kehamilan.

Akibat dari sisi kesehatan, mengandung di usia dini dapat menyebabkan sang ibu mengalami tekanan darah tinggi, kejang-kejang hingga kematian. Sel telur pada gadis usi dini juga belum benar-benar matang dan siap untuk mengalami pembuahan, sehingga ada risiko janin yang dilahirkan akan cacat. Berhubungan seks pada usia yang masih terlalu dini juga dapat meningkatkan risiko terjangkitnya kanker serviks.

Selain itu, pernikahan dini juga memiliki dampak buruk pada psikologis anak

. Baik suami atau istri yang menikah di usia dini, belum memiliki mental yang siap untuk berumah tangga. Hal ini bisa menyebabkan salah satu atau keduanya menjadi tertekan, depresi, tertolak dan kepahitan. Atau bahkan berujung pada perpecahan rumah tangga.
komik pendidikan bacaan literasi komik edukasi

Cover komik literasi digital ‘Sekolah? Yes! Nikah Muda? No!’

Nita sebagai perwakilan tim komik Pendidikan.id berharap, dengan disampaikannya pesan ini melalui komik dapat mengurangi angka pernikahan dini di Indonesia. “Komik ini menjadi edukasi bagi anak-anak serta orang tua yang membacanya. Sehingga mereka dapat menyadari dan menghindari dampak-dampak negatif pernikahan usia dini,” ujarnya.

 

Sumber :

http://e-journal.unipma.ac.id/index.php/JPAUD/comment/view/516/1602/21501