Acara Perpisahan, PGRI Jember Doakan AKBP Kusworo Wibowo Jadi Kapolri

Acara Perpisahan, PGRI Jember Doakan AKBP Kusworo Wibowo Jadi Kapolri

Acara Perpisahan, PGRI Jember Doakan AKBP Kusworo Wibowo Jadi Kapolri
Acara Perpisahan, PGRI Jember Doakan AKBP Kusworo Wibowo Jadi Kapolri

Sebanyak 60 orang Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Jember

, Jawa Timur, menggelar acara perpisahan dan doa bersama dengan Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo, di Hotel Aston, Minggu (8/9/2019). Kusworo akan mengakhiri tugas sebagai Kepala Kepolisian Resor Jember dan pindah ke Gresik.

“Kami mendengar informasi Pak Kapolres mau mutasi ke Gresik lewat media sosial. Kamis, 5 September, saat monitoring pilkades di Kecamatan Sumberjambe dan bertemu beliau. Beliau mengatakan mau pindah,” kata Ketua PGRI Jember Supriyono.

PGRI merasa Kusworo sudah banyak membantu guru. Akhirnya, Supriyono mengundang Kusworo untuk bertemu dengan perwakilan guru di Jember sebelum pindah. “Beliau menyediakan waktu pada hari Minggu,” kata Supriyono.

Supriyono menyebut Kusworo panutan yang cerdas dan bijaksana.

“Tidak ada yang sempurna, namun karakter pemimpin yang baik ada pada beliau. Kami terkesan dan tidak ada yang bisa kami sampaikan kepada beliau kecuali doa bersama. Kami ingin karir beliau terus berkembang, syukur-syukur bisa menjadi Kapolri,” katanya.

PGRI menilai Kusworo responsif. Jika ada masalah dengan guru, Supriyono cukup melayangkan pesan WhatsApp kepada Kusworo. “Kami pun dilayani dan diundang,” kata Supriyono.
Baca Juga:

PGRI Jember Minta Honor GTT-PTT Disamakan dengan Satgas Relawan Bupati
PGRI Jember Galang Dana untuk Guru Honorer Hamil Korban Kecelakaan
PGRI Jember: Nasib Guru Tidak Tetap Jangan Diambangkan
Kecelakaan, Guru Honorer Jember Wafat Bersama Bayi dalam Kandungan
PTT Sekolah di Jember Lebih Susah daripada Guru Honorer

Saat para guru melakukan aksi turun jalan dan mogok menuntut kesejahteraan, Kusworo tidak mencegah

. “Kami hanya diberi saran agar gerakan ini jadi gerakan santun dan tidak menimbulkan masalah. Saat mau mogok, kami datang ke rumah dinas beliau dan beliau berpesan polisi akan tetap mengawal,” kata Supriyono.

Terakhir, ada aksi guru tidak tetap yang ditugaskan di sekolah yang jauh dari rumah dengan kesejahteraan minim. “Beliau ikut langsung mengawal dan jalan bersama-sama kami. Beliau bisa memposisikan diri sebagai kapolres yang bisa mengamankan Jember,” kata Supriyono.

Catatan beritajatin.com, dalam beberapa kali aksi guru menuntut kesejahteraan kepada Bupati Faida, Kusworo memang berusaha menjadi penengah dan mediator.

 

Baca Juga :