Telur Emas

Telur Emas

Alkisah, ada seekor angsa yang dapat mengeluarkan sebutir telur emas setiap hari. Angsa itu dimiliki seorang petani dan istrinya. Mereka bisa hidup nyaman dan berkecukupan berkat telur tersebut.

Kenyamanan ini berlangsung cukup lama. Namun pada suatu hari, tiba-tiba saja terbersit ide di benak petani tersebut. “Kenapa aku harus mendapatkan satu telur per hari? Kenapa tidak kuambil semuanya sekaligus dan jadi kaya raya?” pikirnya.

Istrinya ternyata setuju dengan ide tersebut. Mereka pun menyembelih si angsa dan membelah perutnya. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat perut tersebut hanya berisi daging dan darah. Tak ada telur sama sekali, apalagi emas.

Mereka pun menangis sejadi-jadinya. Tak ada sumber penghasilan tetap yang bisa mereka andalkan lagi. Mereka harus bekerja keras untuk menyambung hidup esok hari.

Pesan yang disampaikan dalam cerita dongeng anak sebelum tidur karangan Aesop ini hampir mirip dengan kisah Pulau Matahari sebelumnya. Yaitu untuk menghindari sifat tamak dan selalu mensyukuri berkah yang diberikan oleh Tuhan.

Berusaha memang penting. Tapi jangan sampai menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang tidak kita miliki. Bukan tidak mungkin kita malah kehilangan segalanya seperti yang dialami pasangan suami istri petani di atas.

Baca Juga :