Rektor: Unsyiah Mulai Diperhitungkan

Rektor: Unsyiah Mulai Diperhitungkan

Rektor Unsyiah Mulai Diperhitungkan
Rektor Unsyiah Mulai Diperhitungkan

BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Samsul Rijal,

mengatakan dalam usianya yang ke-58, kiprah Unsyiah mulai diperhitungkan di level nasional bahkan internasional.

Menurutnya, lompatan prestasi kampus dimulai empat tahun lalu, ketika Unsyiah mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional. Usai itu, Unsyiah juga meningkatkan statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negara Badan Layanan Umum (PTN-BLU).

“Pencapaian lain adalah masuk dalam delapan universitas terbaik di Indonesia berdasarkan perangkingan Webometrics dan tujuh besar menurut Scimago Institutions Rangkings,” kata Samsul Rizal pada peringatan ulang tahun yang ke-58 Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di AAC Dayan Dawood Darusaalam, Banda Aceh, Senin (2/9/2019).

Namun menurut Science and Technology Index (Sinta) Kemenristekdikti, Unsyiah

berada di peringkat 14 secara nasional atau secara umum berada di rangking ke 23 di antara perguruan tinggi lainnya secara nasional.

Salah satu upaya mengembangkan kapasitas program studi, kata Samsul, adalah penguatan kapasitas program studi. Saat ini terdapat 135 program studi di bawah 12 fakultas dan program pascasarjana. Sebanyak 37 di antaranya telah berakreditasi A. Saat ini tercatat ada 29.268 ribu mahasiswa yang tercatat belajar di Unsyiah. Di antara mereka 68 orang adalah mahasiswa yang berasal dari mancanegara.

Samsul Rizal melaporkan, setiap tahunnya Unsyiah meluluskan enam ribu lulusan.

“Jumlah alumni Unsyiah telah mencapai 126.649 ribu orang,” kata dia.

Sepanjang tahun 2019, Unsyiah mencatat 66 torehan prestasi, di antaranya adalah 10 prestasi tingkat internasional dan 26 prestasi tingkat nasional.

Selain itu, lanjut Samsul, Unsyiah punya kapasitas pengajar sebanyak 1.595 orang dari berbagai bidang keilmuan serta 684 tenaga kependidikan. Dari angka itu, 64 orang di antara tenaga pengajar telah mencapai jabatan Profesor.

Samsul Rizal berharap di usia 58 tahun Unsyiah, kampus Jantong Hate Rakyat Aceh itu terus berkembang, terus menjadi kebanggaan dan benar-benar menjadi universitas yang inovatif, mandiri dan terkemuka. []

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/