MEMBERI STIMULASI BAGI PERKEMBANGAN ANAK

MEMBERI STIMULASI BAGI PERKEMBANGAN ANAK

Tahukah kita bahwa perkembangan benak anak berkembang paling pesat di lima tahun kesatu dalam kehidupan? Maka dari itu, orang tua berperan urgen dalam menyerahkan stimulasi optimal demi pertumbuhan anak. Tidak butuh cemas, sebab pemberian stimulasi dapat dilaksanakan dengan hal-hal yang sederhana sampai yang kompleks. Stimulasi terbaik diserahkan dengan melibatkan semua indera anak. Orang tua, baik Ayah atau Ibu, bisa mencari sekian banyak ide kegiatan dan permainan yang cocok usia melewati membaca buku, media sosial, atau dengan mengekor program pekerjaan untuk anak. Akan tetapi, orang tua suka takut mengupayakan hal yang baru yang dirasakan kotor atau berbahaya, padahal melewati hal-hal baru tersebut anak tidak sedikit belajar. Maka peran orang tua lah untuk mengerjakan arahan dan pengawasan untuk anak.

Berikut sejumlah tips supaya orang tua lebih berani guna mendorong anak bereksplorasi:

Menjadi orang tua yang kompak
Kebahagiaan orang tua menjadi kebahagiaan anak sampai-sampai Ayah dan Ibu mesti mengindikasikan sikap kompak agar anak dapat menikmati emosi positifnya. Orang tua bisa saling mengingatkan dan mendorong anak bereksplorasi. Buatlah kesepakatan antara Ayah dan Ibu mengenai pekerjaan apa yang diserahkan kepada anak agar anak belajar secara konsisten seiring perkembangannya. Misalnya saja anak hendak naik kursi namun dilarang dengan dalil anak fobia jatuh. Padahal kegiatan ini dapat menolong anak melawan rasa takut, membina rasa percaya diri, dan mengajar keseimbangan. Maka orang tua dapat mengerjakan pengawasan bareng dan pastikan anak tidak boleh sampai jatuh, daripada tidak mengizinkan mereka bermain.

Ekplorasi sebanyak-banyaknya melewati indera anak
Dalam perkembangannya, keingintahuan anak paling besar. Biarkan anak mengenal selama mereka dengan tangan dan kaki tanpa alas, bermain kotor, atau berantakan. Melalui ini, anak bisa belajar urusan lain laksana bertanggung jawab untuk mencuci mainan dan membasuh tangan sesudah bermain sehingga mengajar kemandirian mereka. Atau, ketika anak tidak dipedulikan bermain cat warna di lantai, orang tua bisa mewadahi pekerjaan dengan memberi alas koran atau celemek ke anak. Ketika anak bebas bermain, mereka dapat mengejar hal apa yang sangat nyaman guna mereka dan menjadi dasar guna menghadapi hal-hal baru dalam perkembangannya. Di samping itu, anak wanita atau laki-laki disarankan dapat melakukan kegiatan yang sama. Tidak terdapat salahnya andai anak wanita memanjat sebab dapat mengajar motorik kasar serta rasa percaya diri mereka, dan sebaliknya, tidak terdapat salahnya andai anak laki diajarkan bermain dengan boneka guna belajar menyuapi makanan atau belajar mengenal anggota tubuh.

Mari berkreatif dan kerjakan komunikasi positif untuk anak
Berlatih komunikasi untuk anak dengan pemakaian kalimat positif, untuk mengurangi pemakaian kata ‘tidak’ dan ‘jangan’. Dengan komunikasi positif, anak mendapat cerminan langsung apa yang mesti dilakukan. Misalnya anak mencoret-coret tembok rumah, maka saya dan anda bisa mengatakan dengan, “Nak, yuk menggambar di kertas saja” daripada mengatakan, “Jangan coret-coret tembok!”. Jadi, orang tua mesti kreatif guna menilai perilaku apa yang hendak anak mereka lakukan. Namun, terdapat pula hal beda yang dapat dilaksanakan misalnya dengan sengaja meluangkan tembok guna digambar. Melalui ini, orang tua bisa mengajarkan aturan baru yaitu anak bisa menggambar di tembok eksklusif pada tembok ini saja sampai-sampai mereka belajar mentaati aturan.

Sumber : http://www.dotnames.com/www.pelajaran.co.id/