Hal yang Harus Dimiliki oleh Generasi Emas Indonesia

Hal yang Harus Dimiliki oleh Generasi Emas Indonesia

Ada formula tertentu dalam mewujudkan generasi emas pada 100 tahun kebebasan Republik Indonesia, yakni ASK (Attitude, Skills, and Knowledge). Diharapkan, pada tahun 2045 mendatang, generasi emas Indonesia minimal mempunyai tiga hal guna memimpin bangsa ini, yaitu karakter, keterampilan, dan pengetahuan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2009-2014, Mohammad Nuh, dalam suatu diskusi tentang edukasi karakter di Surabaya, belum lama ini menyerahkan paparannya yang berjudul Penguatan Kompetensi-Karakter: Kegiatan Tiada Henti dalam Menyiapkan Generasi 2045″.

Dalam penjelasannya, yang dilansir dari kemdikbud.go.id, diterangkan pentingnya keterampilan beradaptasi dengan perubahan. Saat ini zaman berubah dengan cepat, khususnya dalam urusan teknologi informasi.

“Kalau inginkan bertahan, mesti beradaptasi dengan perubahan, dapat menciptakan kreasi baru. Nah, ini nantinya ke High Order Thinking Skills (HOTS). Jadi HOTS tersebut sudah diperkenalkan semenjak Kurikulum 2013,” katanya. Ia menuturkan, keterampilan siswa dalam menghafal formula dan mengaplikasikannya dalam suatu soal akan dirasakan sebagai Low Order Thinking Skills (LOTS). Karena tersebut Kurikulum 2013 berjuang menggeser keterampilan generasi bangsa dari LOTS menjadj HOTS.

“Tantangannya ya tadi itu, mesti dapat menaikkan mesin berpikir, mesti memiliki keterampilan kreativitas dan inovasi,” tuturnya. Karena itu, lanjut M. Nuh, diputuskan bahwa keperluan dalam mendidik generasi bangsa tidak melulu tentang edukasi karakter. Karakter saja tidak cukup. “Lalu hadir rumus ASK, yakni Attitude, Skills, and Knowledge. Pakai ‘and’ atau ‘dan’, jadi seluruh aspek tersebut harus ada, bukan gunakan ‘or’ atau ‘atau’ yang membolehkan di antara saja,” katanya. Terkait ASK, ia pun mengemukakan tiga elemen edukasi abad 21, yaitu how we behave and engage in the world (attitude), how we used what we know (skills), and what we know and understand (knowledge). Dalam peluang yang sama, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso mengatakan, Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalahsalah satu program prioritas Kemendikbud dalam menjalankan Nawacita Presiden RI.

Hingga akhir Juli 2018, sejumlah 85.000 sekolah sudah mengimplementasikan program ini dan menjadi sekolah rujukan atau percontohan untuk sekolah yang akan mengemban PPK. Jumlah itu akan bertambah seiring dengan pendampingan untuk sekolah-sekolah, juga tuntunan teknis dan pelatihan yang ketika ini sedang dilangsungkan oleh Kemendikbud melewati Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Ari mengatakan, di antara tugas BKLM Kemendikbud ialah melakukan fasilitasi hubungan kelembagaan antara Kemendikbud dengan lembaga masyarakat dan pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

“Hasil yang diinginkan pada dialog edukasi ini ialah terciptanya kesepahaman antara seluruh pihak tentang Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Religi serta terjalinnya hubungan yang baik antara Kemendikbud dengan sekian banyak pemangku kepentingan edukasi di Provinsi Jawa Timur, terutama di Kota Surabaya,” pungkasnya.

Sumber : studybahasainggris.com/