Guru ICBS Terima Penghargaan Pemuda Pelopor Berprestasi

Guru ICBS Terima Penghargaan Pemuda Pelopor Berprestasi

Guru ICBS Terima Penghargaan Pemuda Pelopor Berprestasi
Guru ICBS Terima Penghargaan Pemuda Pelopor Berprestasi

Kesuksesan salah seorang guru Pesantren Terpadu Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh, Ustadz Ihsan Nuzula M.Pd.I yang menyabet juara 1 MTQ Nasional kembali mendapatkan penghargaan dari Pemkab Limapuluh Kota. Penghargaan yang ia dapatkan sebagai Pemuda Pelopor berprestasi di bidang agama diserahkan langsung Bupati Limapuluh Kota Ir Irfendi Arbi.

Penyerahan penghargaan tersebut sebagai salah satu rangkaian acara dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi yang digelar di Lapangan Singa Harau, Rabu (17/8/2016). Selain Ustadz Ihsan, ada dua orang lagi yang mendapatkan penghargaan dari Bupati Limapuluh Kota. Yakni, Camat terbaik dan mahasiswa terbaik di bidang sains.

Dalam penyerahan penghargaan tersebut, Ustadz Ihsan juga menerima dana apresiasi dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Limapuluh Kota sebesar Rp satu juta. “Alhamdulillah. Terima kasih kepada LPTQ. Ini sebagai bukti adanya perhatian LPTQ dan pemerintah dalam meningkatkan masa depan tilawah Al-Quran dan para Qari’,” jelas Ustadz Ihsan kepada wartawan di sela-sela acara.

Di samping dana apresiasi dari LPTQ, Bupati Irfendi Arbi juga sempat menjanjikan

dana apresiasi lainnya. Ia juga menerima bonus dari Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno sebesar Rp 150 Juta. “Kalau yang dari bupati, katanya nanti akan diberi bonus sekira Rp 50 juta. Dahulu isunya akan diberi rumah. Tapi kemungkinan besar tidak jadi. Info dari Bapak Kabag Kesra, katanya sudah terlambat untuk mengajukan anggaran. Jadi bonusnya nanti di anggaran perubahan,” paparnya.

Selain apresiasi dari pemerintah, Ustadz Ihsan juga mendapatkan apresiasi secara khusus dari pihak Pesantren ICBS. “Alhamdulillah. Apresiasi dari ICBS yang paling luar biasa. Ana (saya) diberikan satu rumah tahfidz untuk ana kelola. Alamatnya ada di Jalan Imam Bonjol Napar,” kisahnya bangga.

Ustadz Ihsan mengaku, hal yang paling diimpikannya adalah ia bisa mengasuh satu pondok Al-Quran.

“Hasil perbincangan ana dengan Kesra, kami ingin melahirkan satu pondok Al-Quran di Kabupaten Limapuluh Kota. Itu dalam pengelolaan dan naungan ana. Itu harapan kita. Mudah-mudahan bisa disetujui Bapak Bupati,” harapnya.

Sebenarnya para Qari’ yang telah membanggakan daerah mereka masing-masing, tentu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Banyak para Qari yang dijanjikan masa depan seperti diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun menurut Ustadz Ihsan, saat ini ia tak tertarik lagi untuk menjadi PNS.

“Semenjak tahun 2012 silam ditawarkan PNS, tapi sampai sekarang belum juga. Katanya,

kalau nanti ada pengangkatan, ana yang diutamakan. Tapi itu sudah ana tepis. Lebih baik kita seriuskan soal pondok Al-Quran ini saja,” paparnya.

Ia berharap, semoga para Qari’ yang telah mengharumkan nama daerah mereka bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. “Banyak juga para Qari’ yang diambil oleh daerah lain karena minimnya perhatian dari pemerintah mereka. Kalau seperti itu, kan kita juga yang rugi,” ucapnya

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/iObb20cXUm0635F