KETERAMPILAN MENGIDENTIFIKASI PERASAAN

KETERAMPILAN MENGIDENTIFIKASI PERASAAN

KETERAMPILAN MENGIDENTIFIKASI PERASAAN
KETERAMPILAN MENGIDENTIFIKASI PERASAAN

keterampilan ini berguna sekali dalam hal konselor

membantu klien dalam menjelaskan perasaan – perasaanya, yang mencerminkan dinamika psikis dan masalah itu sendiri. Bila klien mampu memahami benar – benar tentang hal yang berkaitan dengan perasaanya, maka akan banyak membantu klien dalam memecahkan masalahnya.

 

Disamping konselor

di tuntut untuk memiliki kemampuan untuk dapat memahami perasan klien dan harus mampu mengidentifikasikan dan mengekspresikan perasaanya sendiri dengan begitu akan terjalin komunikasi perasaan yang efektif dan harmonis.

 

Kesulitan utama dalam melakukan identifikasi perasaan ini menurut Sukiman (1991 : 63) ialah :

  1. Suatu ekspresi perasaan yang sama, dapat mencerminkan makna yang berbeda – beda.
  2. Suatu makna perasaan tertentu dapat dinyatakan dengan berbagai cara. Untuk itu seorang konselor perlu banyak pengetahuan dan pengalaman yang berkaitan dengan ekspresi perasaan dapat di kenal melalui :
  • Perubahan somatis ( pernyataan non verbal) seperti : muka merah keringat yang berlebihan, menangis, pandangan tak menentu, melihat satu arah, menggigit jari, selalu menunduk.
  • Pernyataan verbal (deskripsi verbal) yang dapat berupa : pernyataan eksplisit / langsung (sederhana), pemakaian kiasan, menggambarkan jenis kegiatan, dan menggambarkannya dalam organ tubuh.

 

Contoh percakapan menggunakan teknik mengidentifikasi perasaan

  • “Saya perhatikan kelihatannya saudara…..”
  • “nampaknya Anda sedih / senang…….”
  • “sepertinya Anda lagi……”

Sumber : https://insightmaker.com/article/170742/How-To-Prevent-Air-And-Soil-Pollution