KETERAMPILAN KONFRONTASI

KETERAMPILAN KONFRONTASI

KETERAMPILAN KONFRONTASI
KETERAMPILAN KONFRONTASI

Menurut Jamal Ma`mur Asmani  (2010 : 219) konfrontasi yaitu

teknik yang menantang klien untuk melihat adanya inkonsistensi antara perkataan dengan perbuatan atau bahasa badan, ide awal dengan ide berikutnya, senyum dengan kepedihan, dan sebagainya.

 

Kathryan Geldard & David Geldard ( 2011 : 198)

konfrontasi adalah sebuah keterampilan konseling berbeda dengan konfrontasi secara umum, keterampilan mikro berbentuk konfrontasi yang berfungsi untuk menumbuhkan kesadaran klien dengan memberinya informasi yang mungkin terlewatkan atau tidak teridenfikasi olehnya.

Kathryan Geldard & David Geldard (2011 :202) konfrontasi adalah menyadarkan klien dengan memberikan informasi yang :

  • Mungkin tidak menyenangkan bagi klien,
  • Mungkin di abaikan dari perhatian klien, tetapa harus di perhatikan oleh klien, jika ingin mengoptimalkan manfaat dari konseling.

Kadang – kadang klien tidak konsisten dalam kata dan perbuatannya, atau dengan bahasa umum tidak konsisten antara aspek verbal dengan non verbal. Atau terjadi perbedaan antara ucapan pertama dengan berikutnya dalam hal yang sama. Untuk mengatasi hal ini, konselor harus menguasai teknik konfrontasi agar klien dibantu supaya kembali konsisten, mungkin diskrepansi itu disebabkan karena kelupaan, kesengajaan, atau karena faktor emosional.

Konfrontasi mencangkup sekelompok keterampilan konseling yang kompleks. Terdapat beberapa keterampilan konfrontasi, yaitu:

  1. Mengenal perasaan – perasaan dalam diri sendiri sebagai seorang konselor
  2. Menggambarkan perasaan – perasaan yang ada dalam diri sendiri dan membagi perasaan tersebut dengan klien.
  3. Memberikan balikan dalam bentuk pendapat tentang tingkah laku klien.
  4. Meditasi sebagai bentuk konfrontasi pada diri sendiri.
  5. Mengulang sebagai bentuk memberi tekanan dan memberi kejelasan.
  6. Asosiasi sebagai suatu metode menyentuh perasaan.

 

Mochamad Nursalim (2005) Maksud konfrontasi adalah

untuk mengenal secara jujur dan langsung  serta untuk menunjukkan pada klien apa yang sedang terjadi atau apa yang diperkirakan sedang terjadi. Pengaruhnya adalah tantangan, pengungkapan, atau ancaman. Akibat emosional biasanya klien merasa cemas apabila konselor memberikan suatu balikan. Kadang – kadang klien merasa senang karena konselor memberikan pendapat – pendapatnya secara jujur dengan penuh perhatian. Dengan kata lain, keterampilan konfrontasi mempunyai resiko yang kemungkinan disebabkan oleh “keengganan” dari pihak klien atau seabaliknya, keterbukaan dalam komunikasi. Konfrontasi suatu metode “menceritakan sesuatu seperti apa adanya” yang mungkin menyebabkan kecemasan, tergantung pada waktu kesiapan klien untuk di konfrontasikan dengan umpan balik secara jujur.

Contoh percakapan menggunakan teknik konfrontasi

  • “saya memperhatikan Anda mengatakan tidak apa – apa, tetapi muka Anda terlihat kecewa, apakah Anda merasakannya?”
  • “apakah saudara merasa bahwa apa yang Anda katakan berbeda dengan perasaan Anda?”
  • “saya melihat ada perbedaan  antara perkataan Anda dengan perasaan Anda. Apakah Anda merasakannya?”

Baca Juga :