Kata Koordinator PPI Dunia mengenai Bonus Demografi

Kata Koordinator PPI Dunia mengenai Bonus Demografi

Kata Koordinator PPI Dunia mengenai Bonus Demografi
Kata Koordinator PPI Dunia mengenai Bonus Demografi

Indonesia mempunyai peluang besar meningkatkan pertumbuhan ekonomi

menyambut era bonus demografi yang akan terjadi tidak lama lagi. Koordinator PPI Dunia yang baru Pandu Utama Manggala mempunyai pesan untuk sesama generasi millenial.

’’Seperti yang disebutkan berbagai lembaga riset internasional seperti McKinsey misalnya, kita pertama-tama harus dapat melihat posisi Indonesia dalam global ranking,’’ ujar Pandu.

Human Development Ranking (2016) Indonesia masih menempati peringkat 113, jauh dibanding Jepang yang berada di peringkat 17 dan negara tetangga, Malaysia yang berada di peringkat 59.

Dalam Global Competitiveness Ranking (2016), Indonesia menempati peringkat 41,

turun dari tahun sebelumnya di peringkat 37 dan kalah jauh dibanding Singapura dan Jepang yang masing-masing berada di peringkat 2 dan 8 serta Malaysia di peringkat 25.

Angka persepsi korupsi (2014) Indonesia juga sangat rendah (peringkat 90), tertinggal dari negara yang sempat mengalami perang saudara, Rwanda (peringkat 50), negara tetangga Malaysia (peringkat 55) dan bahkan juga tertinggal dari Brazil yang seringkali diidentikan dengan perilaku koruptif pejabat negaranya pasca penyelenggaraan Piala Dunia 2014 yang lalu.

Namun di sisi lain, kita juga patut bersyukur ketika membandingkan Indonesia

saat ini dengan Indonesia masa lalu. Pada 1945, hampir 95 persen penduduk Indonesia buta huruf, tetapi saat ini, Indonesia berhasil memangkasnya menjadi hanya tinggal 8 persen saja. Tidak mudah berubah dari negara yang mayoritasnya buta huruf menjadi hampir sepenuhnya literate dalam kurun waktu 70 tahun.

’’Perbandingan ini untuk membayangkan Indonesia di masa depan, ketika 15 tahun lagi, di tengah usia produktif kita yang semakin matang, saya rasa kita akan menjadi bagian dari pengambil kebijakan, bagian dari penggerak untuk memajukan Indonesia,’’ imbuh Pandu. (*)

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/2/