Spesies hiu paling mengherankan yang tidak sedikit diketahui

Spesies hiu paling mengherankan yang tidak tidak sedikit diketahui – Hiu adalahsalah satu spesies fauna yang hidup di dalam laut. Kebanyakan dari anda mungkin melulu sebatas tahu andai hiu ialah jenis fauna yang berukuran besar. Atau sebatas menuliskan sejumlah spesies ikan hiu tersebut sendiri, laksana hiu harimau putih, dan barangkali ikan terbesar di lautan, yaitu hiu paus. Namun tahukah kita andai spesies hiu teranyar semakin hari semakin bertambah. Dan inilah ini ialah beberapa spesies hiu yang paling mengherankan yang ditemukan sejauh ini. Dikutip dari sekian banyak sumber, inilah penjelasannya.

1. Hiu Greenland.
Hiu Greenland adalahsalah satu spesies hiu terbesar di dunia dengan menjangkau panjang 6,5 meter dan berat 900 kilogram. Namun bila dikomparasikan dengan ukurannya, siripnya terbilang kecil. Spesies hiu ini terdiri dari sejumlah warna laksana abu-abu, ungu, coklat, dan hitam. Mayoritas hiu Greenland mempunyai mata yang buta sebab parasit laksana cacing yang menempel pada matanya. Masa hidup hiu ini antara 272 tahun sampai maksimal 512 tahun. Sehingga semua ilmuwan sekarang tengah mengupayakan untuk mengejar penyebab di balik kehidupan panjang hiu Greenland.

2. Hiu Cookiecutter.
Hiu berbentuk rokok yang panjangnya tidak lebih dari 50 cm ini tadinya dianggap tidak berbahaya. Hingga pada tahun 2009, terjadi penyerangan di Hawaii pada unsur kaki seorang perenang. Sehingga hiu Cookiecutter ini dirasakan sebagai di antara predator sangat menakutkan di Bumi. Bagian bawah tubuhnya yang bersinar, dapat menarik ikan lain. Hiu Cookiecutter seringkali menghabiskan masa-masa siang harinya pada kedalaman selama 1.000 meter, dan mulai berburu pada malam harinya.

3. Hiu Berumbai.
Hiu Berumbai adalahsalah satu spesies hiu sangat primitif yang hidup ketika ini. Keunikan pada hiu ini ialah pada unsur rahangnya, yang terdiri dari 300 gigi kecil dan 3 gigi bercabang. Hiu jenis ini seringkali ditemukan di bawah kedalaman antara 50–200 meter, di mana mereka memakan cumi-cumi, ikan, dan tergolong hiu lainnya. Banyak tersebar di perairan Skotlandia, Irlandia, Australia, Selandia Baru, Jepang, California, Chili, Namibia, dan Norwegia. Karena periode kehamilan yang panjang dan hasil reproduksi yang rendah, hiu Berumbai dalam bahaya dalam kepunahan. Terlebih mereka sering diciduk untuk dijadikan konsumsi.

4. Hiu Goblin.
Hiu Goblin biasa tampak pada kedalaman sampai 1.300 meter. Populasinya tersebar di distrik perairan Jepang, Selandia Baru, Australia, Perancis, Portugal, Afrika Selatan, Suriname, dan Amerika Serikat. Moncong mereka berisi medan listrik. Hiu Goblin mempunyai kulit tembus pandang, sampai-sampai dapat tampak warna merah muda keabu-abuan di dalamnya. Mulutnya dapat tersingkap lebar sampai 111 derajat, dan dapat menyambar mangsanya dengan kecepatan 3,1 meter per detik.

5. Hiu Piyama.
Saat menetas, Hiu Piyama mempunyai panjang antara 14–15 cm. Dan saat dewasa akan menjangkau panjang selama 58-76 cm. Sebagai spesies nokturnal, hiu Piyama ingin lamban di siang hari. Biasanya bisa ditemukan di gua-gua dan celah-celah pada kedalaman 100 meter. Mangsa mereka terdiri dari krustasea dan ikan kecil laksana ikan teri. Karena ukurannya yang kecil, hiu Piyama dirasakan tidak berbahaya untuk manusia. Tidak pernah dimanfaatkan guna konsumsi, sampai-sampai hiu ini jauh dari ancaman kepunahan. Dapat ditemukan di Samudra Atlantik tenggara dan Samudera Hindia unsur barat. Mereka pun terlihat di Provinsi Cape Afrika Selatan, perairan Mauritius dan Madagaskar.

6. Hiu Tanduk.
Hiu Tanduk mempunyai kepala yang lebar, moncong yang tumpul, serta berwarna abu-abu gelap hingga coklat cerah yang diselimuti dengan bintik-bintik coklat atau hitam di semua bagian. Hiu Tanduk hidup di wilayah subtropis di Pasifik Timur, khususnya di sepanjang pantai California, Meksiko, dan Teluk California. Karena ukurannya yang relatif kecil dan gerakan lambat, hiu tanduk dirasakan tidak berbahaya untuk manusia. Populasi hiu tanduk ketika ini berada dalam ancaman. Sebab insan mengkonsumsinya secara tidak teratur.

7. Hiu Megamouth.
Sejak ditemukan kesatu kali di lepas pantai Hawaii pada tahun 1976, terhitung sudah ada 60 penampakan hiu Megamouth yang dikonfirmasi. Hiu jenis ini menjadi satu dari tiga jenis hiu pemakan plankton, di samping hiu Basking dan hiu Paus. Mereka biasa menguras waktu siang hari pada kedalaman antara 120–160 meter, dan bakal naik pada kedalaman 12–25 meter ketika malam hari. Dapat ditemukan di distrik Pasifik, India, dan Samudera Atlantik. Serta di negara-negara laksana Senegal, Indonesia, Brasil, Filipina, pantai Jepang, Australia, dan California.

8. Hiu Zebra.
Hiu Zebra bisa ditemukan di Pasifik Barat, Samudra Hindia serta Laut Merah. Para penyelam tidak jarang salah mengira spesies ini sebagai hiu macan tutul sebab titik hitamnya yang serupa. Hiu ini lebih suka hidup di perairan tropis dan habitat terumbu yang dangkal. Di sana, mereka memakan kepiting, bulu babi, ikan kecil, siput, dan invertebrata kecil yang bersembunyi di gua dan celah sempit. Karena dagingnya yang mahal, sekarang hiu Zebra sedang di bawah ancaman kepunahan. Biasa dipasarkan segar atau kering di pasar di semua Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Thailand. Hati hiu Zebra diproses guna dijadikan vitamin, sedangkan siripnya sering dipakai dalam hidangan sup sirip ikan hiu.

Sumber : Faunadanflora.Com