Pentingkah Belajar perihal Fertilisasi, Kehamilan, dan Persalinan bagi Remaja?

Pentingkah Belajar perihal Fertilisasi, Kehamilan, dan Persalinan bagi Remaja?

Tidak tersedia yang keliru terkecuali dalam hati kamu memendam sebuah perasaan kepada seseorang yang kamu sukai, Squad. Rasa suka, sayang, dan cinta itu merupakan anugerah dari Tuhan kepada ciptaan-Nya. Saat kamu tersedia peristiwa khusus bareng si dia sepanjang tiga puluh menit sanggup mengundang perasaan deg-degan. Betul nggak? Tapi hati-hati Squad, dari perasaan seperti itulah sanggup jadi awal kenakalan sampai melewati batas norma kesusilaan.

Kamu pasti sanggup menemukan berita-berita yang mestinya nggak berlangsung kepada teman-teman kita. Coba cari di Google bersama kata kunci pencarian “seks di luar nikah”, “aborsi”, sampai yang paling miris “pembunuhan pemerkosaan remaja”. Apa sih yang memicu itu semua terjadi?

Remaja yang jalankan kenakalan seksual itu karena kurang penyuluhan perihal pendidikan seks. Di lingkungan kamu masih diakui tabu nggak terkecuali mengulas perihal hal-hal yang berhubungan bersama seksual gitu? Nah, di artikel kali ini kamu dapat jelas perihal hal yang perihal bersama seksualitas. Eits, jangan berasumsi negatif dulu. Artikel ini dapat memberitahu Info perihal fertilisasi, gestasi (kehamilan), dan persalinan dan juga dampaknya bagi remaja terkecuali tidak jelas Info perihal hal-hal tersebut.

Fertilisasi merupakan pembuahan atau bersama kata lain peleburan sel sperma bersama sel telur. Proses ini kelak dapat membentuk zigot dan jadi embrio sebagai cikal dapat janin. Tapi kamu kudu jelas nih Squad terkecuali dokter kadar terhadap kebanyakan itu jalankan penghitungan awal kehamilan dari hari pertama haid terakhir, lebih kurang 2 minggu sebelum sistem fertilisasi terjadi.

Menariknya nih Squad, sperma dan sel telur (oosit sekunder) punya keunikan dari senyawanya masing-masing. Seolah tarik-menarik, sel telur memilki senyawa yang bernama fertilizin yang berguna mengaktifkan sperma supaya bergerak lebih cepat. Nah, sperma sendiri punya antifertilizin yang merupakan antigen oosit sekunder yang berguna melekatkan sperma terhadap oosit sekunder.

Ada perbedaan keadaan antara sel telur yang tidak dibuahi dan berhasil dibuahi nih Squad. Kalau nggak tersedia sperma yang berhasil membuahi sel telur, maka sel telur ini dapat berganti ke rahim yang memicu dinding rahim menebal. Setelah itu, dapat mengalami peluruhan dan mengeluarkan darah. Inilah yang disebut bersama sistem menstruasi. Nah, bedanya terkecuali sel telur berhasil dibuahi satu sel sperma saja, maka sel sperma yang lain tidak sanggup masuk karena dinding sel telur mengalami penebalan.

Kenapa ya dokter kadar sanggup memprediksi kelahiran? Apakah punya pengetahuan untuk menerawang jaman depan? Sebenarnya dokter itu memprediksi berdasarkan hitungan kehamilan. Lama kehamilan terhadap kebanyakan berkisar 266 hari atau 38 minggu. Dokter gunakan hitungan berdasarkan waktu haid terakhir. Ya, bersama kata lain lama kehamilan berikut dihitung dari waktu fertilisasi sampai kelahiran.

Dua minggu sehabis sistem fertilisasi, zigot membelah secara mitosis bersama cepat dari 2 sel, 4 sel, 8 sel, 16 sel, lantas 32 sel. Sel-sel berikut terus tumbuh dan membuahkan enzim proteolitik yang dapat membentuk plasenta (ari-ari). Plasenta sendiri punya manfaat sebagai sistem pencernaan, pernafasan, dan ekskresi bagi janin.

Kebayang nggak sih bagaimana ada problem dan sakitnya seorang ibu dikala memiliki kandungan janin? Maka dari itu jangan durhaka atau membantah perintah orang tua ya Squad. Lain halnya terkecuali tersedia seorang perempuan yang bersama tega jalankan aborsi janin yang dikandungnya. Apakah mereka nggak berpikir bagaimana perasaan dari janin tersebut? Memangnya apa aborsi itu? Kita bahas di artikel ini ya.

Setelah melewati fase kehamilan, kini tibalah saatnya persalinan. Saat di mana seorang ibu mempertaruhkan nyawanya untuk keselamatan buah hatinya. Saat persalinan, uterus (rahim) perlahan jadi lebih peka dan selanjutnya berkontraksi. Peningkatan kesibukan uterus sampai terjadinya kosntruksi terbujuk dua faktor. Ada aspek hormonal dan aspek mekanik. Adapun hormon yang memengaruhi kontraksi uterus yakni:

1. estrogen (hormon yang dihasilkan plasenta);

2. oksitosin (hormon yang dihasilkan hipofisis ibu dan janin);

3. prostaglandin (hormon yang dihasilkan membran janin); dan

4. relaksin (hormon yang dihasilkan korpus luteum terhadap ovarium dan plasenta).

Kalau untuk aspek ke-2 yakni aspek mekanik. Contoh dari aspek mekanik ini relaksasi otot-otot rahim dan serviks. Ini memicu pecahnya amnion. Nah, ini kerap kami kenal bersama namanya pecah ketuban. Dengan pecahnya ketuban berikut memicu kepala bayi sanggup merengganggkan serviks supaya berlangsung kontraksi rahim lebih lanjut.

Squad, jadi dari memiliki kandungan kami di dalam rahim saja ibu kami udah merasakan ada problem payah. Ditambah lagi waktu melahirkan kami ke dunia. Ibu mempertaruhkan nyawanya supaya si anak sanggup lahir bersama selamat. Makanya Squad, sebagai remaja zaman now, kudu peka juga terhadap persoalan pendidikan seksual dan proses-proses seperti penjelasan di atas.

Andai saja oknum remaja yang jalankan perbuatan yang melanggar kesusilaan itu menerima penyuluhan pendidikan perihal seks yang cukup, pasti angka kejahatan berikut sanggup ditekan. Coba deh, kamu sendiri seberapa kerap orang tua kamu menambahkan edukasi perihal seks? Nggak jarang lho orang tua atau remaja itu sendiri yang masih canggung untuk menanyakan hal-hal demikian. Entah karena malu, atau jadi aneh bersama perasaan sendiri saja.

Seperti yang udah diselipkan di tengah-tengah artikel tadi perihal kehamilan, sempat disinggung persoalan aborsi. Apa sih aborsi itu? Aborsi secara medis sanggup dipahami sebagai tindakan untuk mengakhiri kehamilan, Squad. Aborsi kerap dilaksanakan untuk menyelamatkan nyawa si ibu hamil karena adanya kelainan terhadap janin. Itu yang diperbolehkan medis. Lalu, aborsi yang dilarang atau apalagi terkesan “banyak” dilaksanakan pasangan sebelum menikah aborsi yang seperti apa?

Aborsi yang terkesan lumrah dilaksanakan di Indonesia itu aborsi yang dilaksanakan pasangan di luar nikah. Mereka yang terlanjur mengalami kehamilan tetapi belum tersedia ikatan yang sah secara hukum dan agama, demi menutupi rasa malu tega jalankan aborsi. Perlu kalian jelas nih Squad, bersama langkah aborsi ini janin dipaksa terlihat sebelum waktunya. Apakah kami dulu berpikir, terkecuali kami jadi janin yang diaborsi, bagaimana rasa dan perasaannya dikala dipaksa terlihat dari rahim sang ibu?

Nah Squad, itulah kenapa pentingnya kami belajar perihal fertilisasi, kehamilan, dan persalinan. Selain belajar untuk menjunjung ke-2 orang tua, terlebih ibu, kami juga diajarkan supaya terhindar dari segala bentuk kenakalan terlebih yang berhubungan bersama hal-hal seksual.

Selengkapnya : https://www.ruangguru.co.id/